Malam Pertama Dikamar Mandi

Judi Bola Online Judi Bola Online Judi Bola Online Agen Judi Poker Online Agen Judi Poker Online

Pecah Perawan Di Kamar Mandi  – Sebut saja nama ku Renaldy, saya seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan di Kota Semarang, umur saya 19 tahun, tinggi badan 168 Cm, berat badan 55 Kg, cukup ideal untuk seorang perempuan seumuran 19 tahun. saya ingin berbagi cerita tentang malam pertama ku dengan suami. Suami ku berumur 25 tahun lumayan jauh umurnya dengan ku, panggil saja nama suami ku Renaldy.
Pada bulan November kemarin kami baru saja melakukan pernikahan, dan undangan yang datang cukup banyak karena semua teman-teman dan saudara-saudara jauh sudah datang. Setelah selesai resepsi pernikahan kira-kira jam 12 an malam kamipun putuskan untuk beristirahat sejenak karena kelelahan seharian menerima undangan. Saya pun mandi bersih-bersih dan membaringkan badan di ranjang yang di rias. “Sayang, Aa lemes pijitin dong…” sambil bernada manja suami ku meminta ku untuk memijitinnya, karena aku juga kelelahan jadi aku pun menolaknya, “ayo dong Sayang, pijitin Aa… dosa loh kalo gak nurut sama suami”, Aku pun terpaksa harus menurutinya, maklum aku baru jadi seorang istri “ya udah deh a, saya pijitin, tapi gantian yah yank, aku juga pegel – pegel yank”, “Iyah istriku sayang,,,, nanti Saya pijitin malah nanti pijitnya di kasih plus, plus cium. Hehe”, “Ishh, Suamiku udah genit ajah,, :P”, Aku pun mulai pijitin pahanya. Aku pijitin pahanya eh, Suamiku ternyata malah mengerang yang aneh – aneh, “aahhh,,, uuhhh, enak Sayang,,,” saya pun langsung melepasin pijitan “gantian dong a, saya juga pegel,,,” lalu suamiku pun mulai memijit – mijit paha saya, entah kenapa saat telapak tangannya menyentuh kulit ku, aku menjadi merinding dan merasa terangsang dan ternyata pijitan suamiku makin naik dari paha lalu ke atas paha “aduuhhh,,,,”, “Kenapa Sayang,,? enak pijitan suamimu ?”, aku sadar aku mulai terangsang, namun aku malu menampakkan muka merangsang ku, “Sayang, malam pertama nih ?”, “emang kenapa yank?” aku pura – pura tidak peka karena malu untuk membahasnya, tak lama ternyata pijatan tangan suamiku terus naik dan berhenti di selangkangan saya, saya sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa merangsangku, aku pun mengerang “emmhhhh,,,,, uhhhh….”, “kenapa Sayang?” saya hanya dia dan mulai mendesah, “udah gak kuat yah sayang?” dalam hati aku berkata “suamiku lama nih, aku udah gak kuat lagi”. 

Pecah Perawan Di Kamar Mandi

Baca juga : Tips “Menembus” Perawan di Malam Pertama

Pecah Perawan Di Kamar Mandi – Suamiku terus saja memijat-mijat selangkangan ku, sesekali dia menyetuh lubang ku dengan jari kelingkingku dan membuat aku sulit menahan gairahku. Karena saya sudah tak kuat lagi, aku langsung bangun dan merangkul suamiku serta ku kecup bibirnya dengan liar, “emmhhh,,,emmmhhh… ayo sayang”, “emh – emh, udah gak kuat yah ?”, aku tidak menghiraukan ucapan suamiku, aku langsung bukakan saja baju dan celana suami ku dan suamiku pun membukakan baju ku, “Syang, pegang coba burung suamimu, terus kocok pelan – pelan biar berdirinya tegak”, akupun perlahan memegang burung suamiku yang lumayan panjang kira – kira 16 Cm, entah kenapa setelah saya memegang burung suami ku, saya malah menjadi semakin tak tahan ingin memasukanny ke dalam Vegina ku, “Sayang, masukin yah…?”, “emh – emh, Istriku bener – bener udah gak sabar nih ya,,,” aku pun melentangkan badan ku, dan suamiku pun mulai menyodorkan burungnya ke arah Vegina, setelah menempel burungnya di Vegina ku, suamiku malah menggesek – gesekkan kepala burungnya di titil ku dan itu membuat aku semakin terangsang, aku merasakan aku akan orgasme “uuhhhhh,,,,,ahhhh,,,,”,”jangan berisik sayang yang lain belum pada tidur”, aku pun lemas karena telah orgasme duluan, namun suamiku terus menggesek – gesekkan burungnya ke titil ku, aku merasa geli namun setelah beberapa saat aku merasa terangsang kembali, dan kini burung suamiku siap masuk kandang, “pelan – pelan syang, perih”,”iyah sayang,,,” sedikit demi sedikit burung suamiku pun masuk “errrrmmhh,,, sakit sayang..” dan Sleppp !! burung suamiku pun masuk sepenuhnya ke Vegina ku, aku merasa perih, sakit dan kaku merasa ada yang mengganjal di Vegina ku, “arrgghh,,,,” perlahan suamiku menarik burungnya dan memasukannya lagi pula secara perlahan, setelah beberapa kali genjotan rasa sakit yang pertama kali saat burung suami ku masuk berubah menjadi rasa yang nikmat dan membuat aku semakin bergairah. setelah beberapa kali genjotan lalu kita pun mengganti posisi, ” sayang, berdiri terus nungging yah,,,”,”heemmhh,,, tapi matiin lampunya sayang, sayang malu”. “ya udah saya matiin,,,”. Lalu aku pun berdiri dan tangan ku

Malam Pertama Dikamar Mandi

berpegangan pada jendela kamar, tiba – tiba Sleeepppp !! burung suamiku masuk melalui jalan belakang, aku pun kaget namun itu membuat aku semakin liar saja menghadapi suamiku, dia genjot perlahan burungnya lalu kedua tangannya masuk di sela – sela ketiak ku memegang tete ku dan mempermainkan puting ku, “emmmrrrrhhhh……..”,”hessssshhh,,, aaarrrrhhhhh” aku merasa sudah tidak tahan lagi karena putingku di permainkan sehingga membuatku semakin lebih terangsang dan akhirnya “aarrgggghhhhh,,,,,,,,,,” aku tarik rambut suamiku dengan repleks, “udah sayang,,,?” aku hanya diam saja, karena sesungguhnya saya orgasme kedua kalinya, tiba – tiba suamiku pun menyuruhku untuk ganti posisi, kali ini suamiku terlentang di bawah dan aku dia atas “masukin sama burung nya yah sayang,,,” dan Sleeeppp !! “Arrrrhhhhgggg,,,,” posisi ku di atas ternyata lebih nikmat dari posisi ku yang tadi, aku pun menggenjot suamiku naik turun “arrrhhh enak neng,,” aku merasa posisi ku di atas membuat ku lebih cepat untuk orgasme “neng,,, arrrhhh neng,,,”, suamiku sepertinya akan orgasme pula dan saat aku goyang kan pinggulku secara memutar suamiku pun meladeninya dengan cara menggerakan pinggulnya juga dan akhirnya seperti ada cairan kental yang deras menyembur Vegiana ku “aaarrrrgghhh sayang…” ternyata suamiku telah oragasme namun setelah beberapa saat suamiku orgasme saya pun sepertinya akan merasakan hal yang sama seperti ada aliran listrik yang berjalan dari seluruh tubuhku menuju Vegina ku dan akhirnya “aaarhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,aarrrhhhhh” aku pun lemas dan jatuh di pelukan suamiku, dan kami pun tertidur sampai lelap dan burung suamiku pun masih tertancap di Vegina ku sampai pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by Live Score & Live Score App